Malam Pertama
Kakak iparku punya cerita. Cerita ini ketika dia masih mahasiswa, tinggal di rumah kontrakan beserta dua temannya. Namanya lagi mahasiswa, saling ledek dan saling jail. Teman yang satu, katakanlah A dan yang lain B. Si A punya kebiasaan kentut. Dia paling bisa kentut berkali-kali setiap pagi kadang ketika menjelang tidur. Kakakku sering menghitung kentut dia sampai hitungan ketigapuluh. Benar-benar hebat! Kakakku menjuluki dia SI RAJA KENTUT. A atau SI Raja Kentut sering jail kepada mereka. Ketika kakakku sudah tidur, dia mengirimkan kentut dengan tangannya ke hidung (Orang Sunda bilang “ngabekok” ) kakakku yang lagi tidur nyenyak. Kakakku terbangun karena saking baunya kentut itu. Si A tidur pulas (pura-pura ngorok). Si B yang kutu buku asyik saja baca sambil merangkum bahan testing besok. Kepean.
Suatu malam, kakakku pura-pura tidur nyenyak sambil ngorok (ngorok-ngorokan, kali!). Dia sudah mulai aksinya. Dia buka celananya. Waw! underwearnya dibuka. Iiih…jorok! Dia jongkok. Sambil menutupi lubang anusnya dengan tangan kirinya. Kakakku merem-merem ayam. Dia pelan-pelan mendekati kakakku sambil menggenggam “sebutir” kentut. Belum sempat dibuka, kakakku pura-pura mimpi dengan teriak “kurang ajar, kau!” tangan kakakku memegang tangan kiri si A sambil didekatkan kepada hidungnya. Keruan saja, “sebutir” kentut yang dipingit itu keluar lalu masuk ke hidung si A. “Auh…. Sedaap!” kata si A yang kocak itu. Kakakku membalikkan arah muka sambil menahan geli.
Si B yang lagi asyik menulis rangkuman buat ngepek besok, kaget dan merasa segar pikirannya karena mencium sebutir genggaman kentut si A. Si B nyeletuk, “Terima kasih,ya A, aku menjadi segar lagi, karena mencium bau parfummu yang mirip bau bangkai tikus itu. Makanya, kalau makan jangan serakah! Walau kita miskin, jangan sampai makan tikus!” kata Si B yang agak kesal. Kakakku akhirnya terbangun karena gak tahan menahan ketawa. A juga ketawa terbahak-bahak. Dia gak pernah tersinggung walau dikatai apa saja. Maklum si muka badak.

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini